Zainul Mustofa

Laki-laki, 18 tahun

suroboyo, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
WELCOME
Zainul Mustofa
Salam Satu Nyali

Navbar3

Search This Blog

Download Buku Madig (Majalah digital) Sejarah persebaya

Silakan di download dan di baca di rumah buku madig (majalah digital) Persebaya karo ngopi2 rek

Contoh



klik download

jika ingin download lebih lengkap buku bonek berubah madig klik download

Live demo buku bonek madig klik disini

Live demo madig video bonek klik di sini

SalamSatuNyali WANI
Read More --►

Hack Facebook menggunakan software

Software hack facebook Hack 2.0
Download di sini Klik

Download Password di sini Klik

INGAT JANGAN DI SALAH GUNAKAN

BONEK CYBER LINK, BONEK WEBMASTER, BONEK BLOGGER

Official website zainul mustofa
Read More --►

Polisi Terapkan Standar Ganda untuk Persebaya?


Selasa, 23 April 2013 
ZM (beritajatim.com) - Rabu, 6 Maret 2013, seorang warga Gresik beratribut Bonek tewas dikeroyok segerombolan Aremania yang hendak menyaksikan pertandingan Arema melawan Gresik United di Stadion Petrokimia.
Keluarga korban tidak menuntut balas dan mengikhlaskan kematian sang anak yang masih belia. Namun mereka menuntut kepolisian mengusut kejadian itu, dan menangkap pelaku pembunuhan.

Senin, 15 April 2013, Andi Peci, salah seorang Bonek asal Manukan, Surabaya, dibacok oleh segerombolan orang tak dikenal. Sebelum aksi pembacokan, Peci sempat memimpin aksi unjuk rasa ribuan Bonek di depan kantor walikota, dan menuntut perlakuan adil dari PSSI terhadap Persebaya Surabaya. Peci meminta kepada polisi agar segera menangkap pelaku pembacokan.

Kita tidak tahu seberapa keras aparat kepolisian bekerja. Namun dua kasus di atas, yang terkait dengan Bonek, memiliki kesamaan: belum terusut tuntas. Kita belum mendengar ada pelaku pembunuhan di Gresik dan pembacokan di Surabaya yang berhasil ditangkap. Kalangan Bonek di sejumlah laman fans page pun menilai, polisi memiliki standar ganda dalam bekerja.

Tudingan adanya standar ganda dalam bekerja bukannya tanpa alasan. Saat ada yang Bonek melakukan tindakan kriminal, polisi bertindak cepat menangani. Pembunuh suporter Lamongan yang melakukan 'sweeping' terhadap Bonek beberapa tahun lalu bisa dibekuk dengan cepat dan diadili. Begitu juga saat terjadi tindakan kriminal lainnya dengan pelaku Bonek, polisi bergerak tangkas dan akas.

Standar ganda aparat kepolisian juga ditunjukkan dalam pemberian izin laga pertandingan untuk Persebaya. Kepolisian Surabaya melarang Persebaya bertanding dengan penonton. Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Tri Maryanto hanya mengatakan, situasi belum kondusif. Tidak jelas juga, bagaimana parameter situasi dikatakan kondusif dan tidak kondusif versi polisi.

Jika parameternya adalah potensi amuk suporter, tiga kali aksi unjuk rasa damai ribuan Bonek dengan isu sensitif sudah menunjukkan tidak terbuktinya kekhawatiran polisi. Jika acuannya adalah laga kandang Persebaya di Liga Primer Indonesia, kekhawatiran polisi soal amuk suporter juga tak terjadi. Belum pernah ada kerusuhan masal yang melibatkan Bonek. Bahkan, insiden gas air mata di Gelora 10 Nopember yang mengakibatkan saat kematian Purwo, salah satu Bonek, pada 2012 silam, tidak terjadi kerusuhan sebesar tahun 2006. Situasi di sekitar stadion berjalan normal, dan warung-warung saat itu tetap buka.

Bila acuannya adalah insiden Tol Simo medio Maret 2013 lalu, maka rasionalisasi pelarangan laga Persebaya dengan dihadiri penonton justru tak tepat. Insiden yang mengakibatkan jalur tol terblokir tujuh jam itu tak terkait dengan pertandingan Persebaya. Bahkan, Persebaya tak berlaga saat itu. Insiden Tol Simo terjadi justru karena kelalaian aparat kepolisian sendiri yang mengizinkan Aremania melintasi jalur Surabaya dalam jumlah besar dan atraktif. Aparat polisi tidak sensitif terhadap potensi kerawanan kala itu.

Jika pelarangan laga sepak bola dihadiri penonton adalah standar antisipasi potensi kerusuhan, kita semua masih ingat pada 2008 silam, hal itu tidak diberlakukan untuk Arema Malang, setelah suporter klub itu terlibat kerusuhan besar di Kediri. Saat itu, kerusuhan benar-benar terkait dengan laga sepak bola Arema dan memorak-porandakan Stadion Brawijaya. Namun, kita tahu, setelah itu tidak ada larangan bagi Arema menggelar pertandingan dengan penonton.

Standar ganda ini sebenarnya yang justru berpotensi membuat situasi tidak kondusif, sebagaimana dikhawatirkan Tri. Standar ganda ini jika diteruskan akan memunculkan ketidakpuasan dan antipati terhadap aparat kepolisian sendiri. Sebagai kelompok yang sering dicap berangasan, Bonek justru memilih bersabar memberikan kesempatan polisi bekerja dan tak melakukan langkah sendiri. Ini tentu harus direspons dan diapresiasi polisi dengan kerja keras.

Dalam hal pengusutan tuntas pembacokan terhadap Andi Peci, katakanlah, Indonesia Police Watch (IPW) sudah menyerukan agar polisi bekerja serius. Ada kekhawatiran, jika polisi tak juga berhasil membekuk pelakunya, Bonek justru bertindak sendiri.

Begitu pula dalam hal perizinan pertandingan. Aparat kepolisian memang memiliki kewenangan untuk mengizinkan atau melarang. Namun, wewenang itu hendaknya digunakan dengan standar yang jelas dan terang-benderang. Tanpa itu, wewenang tersebut hanya akan dianggap sebagai bagian dari merepresi kelompok tertentu dengan dalih suka dan tak suka. Dan, kita tahu, dalam sejarah mana pun, setiap represi akan selalu memunculkan perlawanan, yang kadang pada akhirnya tak pernah bisa ditangani.
Read More --►

BONEK BUKAN SEKEDAR SUPORTER


BONEK…

Bukan sekedar frase yg selalu bermakna negatif. Bagi saya Bonek adalah sebuah jiwa dan prinsip Bangsa dan Rakyat Indonesia, bahkan sebelum lahirnya PSSI, AREMA bahkan PERSIJA. Juga sebuah falsafah bangsa yang menjadi ciri sebuah bangsa misalkan di Jepang ada Samurai, sedangkan di Indonesia ada Bonek.
...
Apa yang membuktikannya ?
Tidak akan terobek terbelah kain bendera belanda menjadi merah putih diatas hotel penjajah hanya bermodal BONEK oleh BONEK-BONEK SURABAYA. Lusuhnya kulit, berkerutnya daging dan kusamnya pakaian tak goyah ditengah kungkungan sniper-sniper kolonial.
Tidak akan ada yg membakar semangat semacam Bung Tomo dengan aksi BONEKnya mengeluarkan untaian-2 paragrap demi paragrap propaganda dan doktrin kemerdekaan kepada para aktivis kemerdekaan ditengah ancaman keselamatan jiwanya dari sabotase kolonial.
Tidak akan yang berani menyerang Polisi dan Tentara Kolonial yang bersandangkan senapan, berkendaraan lapis baja, mortir dan granat dengan sepotong Bambu runcing di Jembatan Merah kalau bukan BONEKnya Surabaya juga BONEKnya Rakyat Indonesia.
Tidak akan ada yang seBONEK Bung Karno untuk melawan bangsa-bangsa Kolonial dan Imperialis seolah enggan berdiri MALU menjadi sebagai PEMIMPIN karena lebih takut tidak mampu menjadi PELINDUNG MARTABAT RAKYATNYA.
BONEK adalah Falsafah yg harus dikembangkan…Jangan jadikan sebagai Tittle penarik simpati pembaca media massa ketika ada rusuh suporter. Jadikan BONEK sebagai jiwa bagi bangsa yang sedang membangun. BONEK membangun tanpa bantuan feodalis, BONEK membangun Citra dan Harga Diri bangsa, BONEK bekerja tanpa harap pujian, BONEK mengabdi & BONEK untuk segera bangkit dari permasalahan ekonomi dan bencana.
BONEK ADALAH JIWA PEMBERANI DAN MALU UNTUK KALAH.
BONEK ADALAH MOTIVASINYA RAKYAT DAN MALUNYA RAKYAT UNTUK DIINJAK-INJAK, DIMONOPOLI DAN DIKUNGKUNG UNTUK DIPERJUAL-BELIKAN DENGAN SESUATU YANG RENDAH-HINA.
BONEK ADALAH KEPALAN TANGAN YANG POSISINYA PALING TINGGI DIANTARA ANGGOTA BADAN YANG LAIN DAN TERIAKAN YANG PALING MENGGETARKAN DIANTARA SUARA ALAM YG LAIN MENUNJUKKAN BAHWA KAMI BISA … PANTANG PULANG TERTUNDUK DAN PANTANG RAGU-RAGU.
BONEK ADALAH JALAN LURUS YANG TIDAK ADA TIKUNGAN DAN BELOKAN UNTUK MENCAPAI MENARA KEJAYAAN.
BONEK tempatnya bukan hanya ada diTambakSari, Kerikil batu cadas yg menghantam tameng pasukan Dalmas, truk atau kereta api yg penuh dengan lembaran-lembaran corak kain berwarna hijau menyala dengan gambar seorang kumuh berambut gimbal sambil berteriak terikat melingkar kain dikepalanya atau kata - kata yang ada disetiap gang diKota Malang “Bonek dilarang Masuk” atau “Area bebas Bonek”: Tapi sejatinya BONEK sudah ada di Hati Bangsa Indonesia yang tanggal lahirnya tidak pernah bisa ditelusuri.
BONEK BUKAN SEKEDAR SUPORTER TAPI JUGA SELURUH JIWA DAN RAGA.
BONEK BONDO NEKAT... LEK GK NEKAT YO GK WANI.....!!!
SALAM'E AE SALAM SATU NYALI.... WANI...!!!!

Read More --►

Asal mulai kata JANCOK


Asal mula dan arti kata
Jancok
Bagi kalian yang orang jawa
timur, pasti sudah tak asing lagi
dengan kata jancok, kata ini
sangat terkenal di jawa timur,
Bahkan orang-orang di jawa
tengah dan jawa barat pun
sering mengucapkan kata ini.
Lantas apa sebenarnya arti kata
Jancok dan bagaimana asal
mulanya bisa terbentuk kata ini.
Jancok atau dancok adalah
sebuah kata khas Surabaya yang
telah banyak tersebar hingga
meluas ke seantero Indonesia
bahkan sudah mendunia. Warga
Jawa Timur seperti Surabaya,... Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini. Spoiler for jancok: Show Jancok berasal dari kata 'encuk' yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase 'di-encuk' menjadi 'diancok' lalu 'dancok' hingga akhirnya menjadi kata 'jancok'. Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok. Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni 'encuk' lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo. Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, "Yoopo kabarmu, cuk", "Jancok sik urip ae koen, cuk?". Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong... Hehehehe.... Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya "Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!", "Jancuk ayune, rek!", "Jancuk eleke, rek", dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe... Akhiran 'cok' atau 'cuk' bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. "Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.". Atau "Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk. dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sampai saya ketagihan mengucapkan kata ini, walaupun arti yang saya tekankan bukanlah arti kotor, tapi hanya sekedar kata pemanggilan saja, dan ternyata di pergaulan saya kata itu sudah biasa


Read More --►

bonek viking satu hati


 Melihat sejarah, VIKING dan BONEK adalah pendukung sejati dari klub perserikatan yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari sejak jaman perserikatan, yaitu PERSIB dan PERSEBAYA. Dilihat dari kacamata awam, tidak mungkin pendukung sejati yang berani mati demi mendukung timnya bisa bersahabat bahkan bersaudara dengan pendukung sejati yang sama-sama berani mati demi mendukung tim musuh bebuyutan. Tetapi ternyata VIKING dan BONEK membuktikan bahwa mereka bisa. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib dimana mereka selalu dijadikan bahan hujatan dan pendiskreditan dari masyarakat sepakbola nasional. Bahkan pers nasional pun paling senang apabila ada kerusuhan di partai yang melibatkan PERSIB atau PERSEBAYA karena bisa dijadikan headline dan sudah jelas pihak mana yang akan disalahkan.

Sejak dulu VIKING dan BONEK diidentikkan dengan kerusuhan. Istilahnya dimana ada pertandingan yang ditonton oleh VIKING atau BONEK maka akan terjadi kerusuhan. Hal-hal jelek dan bersifat mendiskreditkan itulah yang lebih sering diekspos oleh media massa nasional. Padahal tidak semua kegiatan atau kelakuan VIKING dan BONEK berujung pada kerusuhan. Dan tidak semua kerusuhan itu diakibatkan oleh mereka. Mereka hanyalah kaum tertindas yang selalu dipersalahkan karena dosa-dosa di masa lalu. Sangat jarang sekali (atau bahkan tidak pernah?) media massa nasional memberitakan kegiatan positif yang VIKING atau BONEK lakukan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan media massa nasional tentang pendukung tim lain. Ketika terjadi kerusuhan yang melibatkan mereka hanya ditulis sedikit (atau bahkan tidak ditulis sama sekali?) dan ditutupi dengan kata-kata “oknum yang mengatasnamakan pendukung…”. What a bullshit! Sedangkan ketika melakukan kegiatan positif, media massa nasional langsung memberitakan secara besar-besaran, sebesar berita kerusuhan yang melibatkan VIKING atau BONEK. Bahkan saking terlalu seringnya pemberitaan yang memojokkan VIKING sebagai bobotoh PERSIB, bobotoh lain yang bukan anggota VIKINGpun menjadi antipati terhadap media massa nasional. Sampai ada jargon di kalangan bobotoh bahwa “PERSIB besar bukan karena pemberitaan media massa nasional, PERSIB besar karena bobotoh dan prestasi. PERSIB dan bobotoh tidak membutuhkan media massa nasional untuk menjadi besar. Media massa nasional-lah yang membutuhkan PERSIB untuk menjadi besar dan terkenal”.

Hal itulah yang mungkin menjadi salah satu penyebab munculnya perasaan senasib dan berkembang menjadi ikatan persaudaraan, selain tentunya kerusuhan di Jakarta dimana BONEK yang hendak mendukung PERSEBAYA di Senayan diserang oleh sepasukan organisasi masyarakat (?), yang tidak usah saya sebutkan disini karena semua juga sudah tau, dan kemudian diselamatkan oleh beberapa bobotoh (anggota VIKING) yang kebetulan sedang ada disana. Juga ketika PERSIB melawat ke Surabaya, dimana anggota VIKING yang mendukung PERSIB di sana dijamu sangat baik oleh BONEK. Demikian pula ketika PERSEBAYA yang bertanding di Bandung, giliran BONEK yang dijamu sangat baik oleh VIKING.
Indahnya persaudaraan diantara dua kubu suporter TERBESAR di Indonesia itu. Jadi saat ini BONEK bukan hanya berarti BONDO NEKAT, tapi bisa juga berarti BOBOTOH NEKAD.
Karena VIKING atau BONEK sama saja..!!!
dan Karena VIKING BONEK SATU HATI...!!!
ANTI PROVOKATOR JANCOK
Read More --►

KATA KATA SAHABAT





Puisi Sahabat Sejati dalam Kenangansahabat adalah seseorang yang sangat begitu berharga bagi saya. Sahabat merupakan salah satu anugerah terindah yang pernah ada di dalam dunia kita. Tanpa seorang sahabat , tentunya hidup kita terasa sepi. Saya yakin diantara teman teman semua yang mampir di blog yahoo kita juga memiliki seorang sahabat yang begitu berharga, karena sahabatlah yang memperhatikan kita, mendengarkan curahan hati ketika kita sedang mengalami suka dan duka. Sahabat lebih dari seorang pacar dan seorang teman. terkadang seorang pacar yang kita sayangi menghianati kita, begitu pula seorang teman kalau membutuhkan saja mencari kita, tetapi kalau tak butuh kita dicuekin.

Kata Kata Untuk Sahabat


Dalam hidup, akan selalu ada orang yg tak menyukaimu, namun itu bukan urusanmu. Lakukan apa yg kamu anggap benar dan ENJOY

Hargai orang lain, siapapun itu, dan jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun. Isi setiap harimu dengan kebaikan.

sahabat bukan orang yang berada pada saat kita senang, terapi merupakan orang yang berada disaat kita susah

Kata Mutiara Bijak Untuk Sahabat

Engkau yang muda dan yang masih banyak yang harus kau capai, katakanlah … Hari ini aku akan lebih bertindak, dan menghadapi apa pun yang terjadi karena tindakanku. Lebih baik aku gagal saat mencoba, daripada harus menjelaskan mengapa aku mengerdil dalam rasa takut. Bagi orang yang sedang membangun sukses dengan jujur, gagal itu biasa dan tidak akan menjatuhkannya. Bagi orang yang takut gaga l, success is impossible!
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian

Kata Kata Rindu Sahabat

Sahabat andai kau masih ada dalam penglihatanku dan masih ada dalam hari-hari indah ini, aku akan memelukmu dan berkata “jangan pernah tinggalkan aku” tapi itu hanya impianku yang tak akan pernah terwujud lagi. Mungkin itu semua akan terwujud disaat aku tertidur dan bermimpi tentang dirimu.

cukup itu saja ya sob kata katanya .
Read More --►

BONEK

Pertama, Bonek adalah pelopor gerakan tret-tet-tet ke Senayan Jakarta era Green Force Persebaya Divisi Utama PSSI Perserikatan 1986/1987 silam. Waktu itu, belum ada satu kubu suporter pun yang tret...-tet-tet secara terorganisasi mengiringi tim kesayangannya melakoni babak Enam Besar Divisi Utama Perserikatan. Waktu itu, hanya Bonek yang go to Senayan dengan mengenakan busana kebesaran berupa kaos warna hijau dengan gambar atau logo Wong Mangap (orang berteriak penuh semangat dan keberanian).

Memang, waktu itu belum ada julukan Bonek. Mereka dikenal dengan nama para suporter Green Force Persebaya. Pelopor dari gerakan tret-tet-tet ini adalah Jawa Pos, lebih tepatnya adalah Pak Dahlan Iskan yang sekarang menjadi Big Boss Jawa Pos & Group.

Waktu itu, Jawa Pos membuat ribuan kaos berlogo Wong Mangap, dan dijual dengan harga murah. Seingat kami pada 1987 itu seharga Rp 1.000 per potong kaos. (Harga rokok Gudang Garam kretek isi 10 masih Rp 300 per pak). Pendek kata, Senayan dihijaukan oleh arek-arek Suroboyo. Mereka membentang spanduk raksasa yang digantungkan di atas tribun timur dan barat. Luar biasa! Sayang, di final Persebaya kalah 0-1 oleh PSIS Semarang. Namun, semuanya berjalan tertib, tidak ada kerusuhan apa pun. Usai final, beberapa suporter Green Force menyalami Syamsul Arifin dan kawan-kawan. Ada yang bilang: ’’Ojo sedih Cak. Tahun ngarep insya Allah Persebaya juara!’’ Tembusnya Persebaya ke babak final pada 1986/1987 sudah merupakan gebrakan yang luar biasa. Sebab, pada musim kompetisi 1985/1986 Persebaya terpuruk di peringkat ke-9 dari seluruh (10) klub Divisi Utama. Raihan terburuk sepanjang sejarah Persebaya kala itu. Itulah sebabnya Pak Dahlan Iskan, waktu itu masih Pemimpin Redaksi Jawa Pos, mengundang parar tokoh sepak bola Surabaya untuk merumuskan solusi kebangkitan kembali Persebaya. Bang Moh – sapaan akrab Mohammad Barmen, Pak Tiyanto Saputra dan tokoh-tokoh lainnya sarasehan di ruang redaksi Jawa Pos, di lantai 2 Kantor Jawa Pos di Jalan Kembang Jepun. Setelah itu Pak Dahlan pergi ke Inggris untuk mengamati Premier League Inggris, termasuk perilaku para suporternya. Sepulang dari Inggris itulah ide tret-tet-tet dengan kaos kebesaran dan slayer suporter Green Force Persebaya muncul! Logo Wong Mangap kali pertama diciptakan oleh Mister Muhtar, desainer grafis Jawa Pos. Loga pertama bercorak ekspresionis. Kemudian diubah pada musim kompetisi 1988/1989 dengan Wong Mangap bercorak naturalis seperti yang kita lihat sampai sekarang. Dan, sejak itu pula julukan Bonek dilansir oleh redaktur olahraga Jawa Pos, termasuk oleh saya sendiri sebagai redaktur olahraganya. Istilah Bonek, seperti yang kami singgung dalam tulisan sebelumnya, dimaksudkan untuk mewarisi karakter pejuang nan pemberani dan pantang menyerah dari kakek moyang arek-arek Suroboyo pada tahun 1945. Peristiwa heroik dan bersejarah yang melahirkan Hari Pahlawan 10 Nopember! Semangat berani karena benar, pantang menyerah, tali duk tali layangan, awak situk ilang-ilangan itulah yang harus menitis dalam jiwa dan perilaku Bonek sepanjang zaman! Bahwa kemudian dalam perjalanannya terjadi berbagai kerusuhan yang disebabkan oleh ulah Bonek, sungguh hal ini sangat memprihatinkan bagi seluruh warga Surabaya. Karena itu, sekarang bukalah lembaran sejarah baru: Bonek yang pro fair play, yang cinta damai, anti anarkisme, dan pembela sejati Green Force Persebaya! Itu tadi secuil flash back perjalanan sejarah Bonek. Kedua, kami melihat adanya ketidakadilan dari perlakuan media massa terhadap Bonek. Prinsip-prinsip cover both side dan balancing sepertinya telah diingkari oleh media massa. Barangkali, kami bisa dikatakan melakukan pleidoi (pembelaan) terhadap arek-arek Bonek. Maka, kami pun akan menjawab: ’’Ya!’’ Ketika arek-arek Bonek melakukan kerusuhan, beritanya diposisikan sebagai head line (HL) dengan foto besar-besar. Padahal, sebenarnya kita belum tahu persis siapa yang memicu kerusuhan. Misalnya saling lempar antara Bonek dengan warga Jawa Tengah. Siapa yang bisa membuktikan bahwa pelempar awalnya Bonek, atau sebaliknya pelempar awalnya warga Jateng. Betapa pun, kita semuanya yang mencintai Persebaya tetap prihatin terhadap kejadian yang sangat tidak diinginkan itu. Di dalam hati kita berdoa: ’’Semoga Allah SWT membimbing arek-arek Bonek menjadi suporter sejati yang layak jadi panutan suporter Nusantara. Jauhkanlah mereka dari tindakan-tindakan emosional yang merugikan nama besar Bonek dan Persebaya. Kembalilah pada semangat Bonek seperti musim kompetisi divisi utama perserikatan 1986/1987. Kobarkanlah kembali heroisme para pejuang kemerdekaan 1945 di Surabaya yang luhur dan mulia itu. Amin.’’ Kerusuhan sebenarnya sudah ada pada 1987/1988 yang dilakukan arek-arek Bonek yang di luar koordinasi Jawa Pos. Kejadian saling lempar dalam perjalanan kereta api yang mengangkut Bonek dari Jakarta pulang ke Surabaya. Waktu itu Jawa Pos pun membayar kerugian yang dialami PJKA sekarang PT KAI sebesar Rp 50 juta. Nah, ketika belakangan arek-arek Bonek melakukan gerakan pencerahan, menjalin hubungan damai kembali dengan Pasoepati – julukan suporter Persis Solo, gerakan ini tak diberitakan sama sekali. Ketika Arema juara ISL 2009/2010, dan Aremania melakukan pesta juara di Malang, ada sejumlah oknum Aremania yang merusak mobil-mobil berplat L. Tapi, tak lama kemudian, sejumlah Aremania lainnya menghajar sendiri oknum-oknum Aremania yang berbuat rusuh itu. Keesokan harinya, arek-arek Bonek mencegat mobil-mobil berplat N. Mereka sama sekali tidak melakukan kerusakan, malahan sebaliknya memberikan bunga kepada sang sopir. Firman, yang di akun facebook bernama Bonek Pinggiran Kota menceritakan, waktu itu sopir dan penumpang mobil berplat N sempat ketakutan. Namun, setelah mereka disapa ramah dengan pemberian bunga tanda cinta damai, mereka pun tersenyum. Peristiwa ini pun sama sekali tidak diberitakan oleh media massa. Ketiga, secara tidak sengaja kami berkomunikasi dengan sejumlah Bonek. Ada yang dari Jakarta antara lain Andhi Bonek Jakarta, Sawoenggaling Soerabaja, ada yang dari Jogja antara lain Fajar Junaedy, 28 tahun, dosen broadcasting Universitas Muhammadiyah Jogjakarta yang juga Bonek. Ada Dyota, Bonek Pinggiran Kota, Yudha Bonek, Dedy Ambon dari Surabaya. Ketika berkontak ria soal sepak bola, kami pun terkejut. Ternyata kalimat-kalimat dan pemikiran mereka cerdas. Mereka mencintai sepakbola dan menyayangi klub Persebaya dengan wawasan yang luas. Di situ kami baru tahu, mengapa mayoritas Bonek lebih pro Persebaya 1927. ’’Kami sebenarnya membela kedua-duanya, baik Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama. Tapi setelah Persebaya Divisi Utama bermain di kandang dengan bantuan penalti-penalti palsu, didukung dengan tindakan wasit yang tidak fair, kami pun kecewa berat. Karena itu sekarang hampir semua Bonek pro Persebaya 1927,’’ kata Yudha Bonek. Pecahnya Persebaya menyadi Persebaya 1927 dan Persebaya Divisi Utama itu sendiri adalah korban dari pertarungan elite sepak bola nasional. Hanya Persebaya yang terbelah dua! Karena itu, arek-arek Bonek mendambakan kembalinya SATU PERSEBAYA! Kini, tumbuh lapisan baru arek-arek muda Bonek yang gencar melakukan gerakan pencerahan. Mereka berjuang keras menegakkan kedamaian. Bahkan arek-arek Bonek Jakarta dan Jogja kini sedang membikin Buku Sejarah Bonek. Fajar Junaedy dari Jogja juga membuat VCD Sejarah Bonek. Dia telah mewawancarai pencipta logo Wong Mangap, yaitu Mister Muhtar dan Budiono, termasuk kami sendiri dan beberapa saksi sejarah tret-tet-tet 1986/1987. Mereka adalah anak-anak muda intelek, kreatif, mempelajari berbagai pengetahuan tentang sepak bola dengan rajin membuka situs. Mereka berdebat dengan rasional dan dengan hati yang dingin. Semoga gerakan pencerahan arek-arek Bonek ini menemukan puncak yang gemilang. Hal ini ditandai dengan semakin ramah dan sportifnya arek-arek Bonek di mana pun berada. Perlu diingat, soal kerusuhan suporter bukan hanya Bonek yang melakukan. Berbagai fakta menjadi bukti. Kubu-kubu suporter lain pun melakukan kerusuhan. Mungkin lebih tepat disebut oknum-oknum, bukan kubu suporter secara keseluruhan. Bahkan suporter di negara yang maju dan menjadi nenek moyangnya sepak bola pun, kerusuhan suporter masih saja ada. Semoga pejuangan lapisan muda intelektual Bonek itu menuai hasil gemilang. Amin

SATU BONEK SATU
SATU TUJUAN DUKUNG PERSEBAYA
SALAM SATU NYALI WANI
Read More --►

SAHABAT




Kata Kata Bijak Tentang Sahabat Kata Kata Bijak Tentang Sahabat
 Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.
Chika says:
“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”
Read More --►

tv online

Read More --►

sms gratis

Read More --►

poto


 
Foto: Tak akan ada kata lelah mendukung persebaya
















       

Read More --►

download lagu arek band

MP3 Persebaya dan Arek Band :
  1.   Arek Band - MUSUH ABADI :download mp3
  2.   BArek Band -BONEK VIKING SATU HATI :download mp3
  3.   Arek Band - PESTA PORA BONEK BONITA :download mp3
  4.   Arek Band - KITA SEMUA SAUDARA :download mp3
  5.   Arek Band - KATA ORANG KAMU NGGAK VIRGIN :download mp3
  6.   Arek Band - GENDERANG BONEK :download mp3
  7. Arek Band - MARS BONEK :download mp3
  8.   Arek Band - BAHKAN NAFASKU BUKANLAH MILIKKU :download mp3
  9. Arek Band - BABAHNO :download mp3
 10. Arek Band - BAJUL IJO :download mp3
 11. Arek Band - AKU INGIN KAMU JUJUR :download mp3
 12. Arek Band - BONITAKU KAU TAK TERGANTIKAN (TAK AKONI) :download mp3
 13. Arek Band - KEMBALI KE KOTA KEMBANG (SONG FOR VIKING) :download mp3
 14. Arek Band - SEMUA UNTUKMU :download mp3
 15. Arek Band - SKENARIO PENDEK CINTAKU :download mp3
 16. Arek Band - TAKKAN PERNAH KULUPAKAN_ MY LADY VIKER :download mp3
17. Arek Band - WES SUWE :download mp3
18. MARS PERSEBAYA :download
19. PERSEBAYA DATANG :download mp3
20. Arek Band - Lek Aku Bonek Koen Kate Lapo :download mp3
21. Arek Band - BONEK JANGAN DISALAH ARTIKAN :download mp3
22. Arek Band - KAMI TIDAK TAKUT :download mp3
 23.   Arek Band -  HIDUP JANGAN DIBIKIN SINTING : download mp3
24. Arek Band - KAU BERDUSTA AKUPUN JUGA :download mp3
25. Arek Band - SATURDAY NIGHT ( GAK ASYIK SENDIRIAN) :download mp3
26. Arek Band - GAK ADA BENARNYA :download mp3
 27. Arek Band - REK AKU TEKO REK (LOYALITAS TANPA BATAS) :download mp3
28. ayo bajol ijo download mp3 
29. bonek download mp3 
30. green force mania download mp3 
31. mars bonek download mp3 
32. ojok lali persebaya download mp3 
33. mbelo persebaya download mp3 
34. persebaya tim buaya download mp3 
Read More --►

Daftar Isi

Daftar Isi
Read More --►

SEJARAH PERSEBAYA


Sejarah Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya. Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta. Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952. Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990. Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya. Pemain-pemain terkenal Persebaya juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional Indonesia baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Abdul Kadir, Rusdy Bahalwan, Rudy Keltjes, Didiek Nurhadi, Soebodro, Riono Asnan, Yusuf Ekodono, Syamsul Arifin, Subangkit, Mustaqim, Eri Irianto, Bejo Sugiantoro, Anang Ma'ruf, Hendro Kartiko, Uston Nawawi, Chairil Anwar, dan Mursyid Effendi merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persebaya dan ada satu lagi pemain Persebaya yang sekarang Mamang terkenal walaupun kecil tapi larinya sangat kencang siapa siapa yang tidak tahu dengan nama Andik Vermansyah. Salah satu yang cukup dikenang adalah Eri Irianto, pemain timnas era 1990-an yang meninggal dunia pada tanggal 3 April 2000 setelah tiba tiba menderita sakit saat Persebaya menghadapi PSIM Yogyakarta dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000. Eri Irianto meninggal di rumah sakit pada malam harinya. Nama Eri kemudian dipakai sebagai nama Wisma/Mess Persebaya yang diresmikan pada tanggal 25 April 1993. Persebaya pernah mendapat pemain yang sangat berkualitas di ajang Liga Djarum 2005, pemain itu bernama Zeng Cheng ia berposisi sebagai Kiper. Zeng Cheng berasal dari China dan bagusnya ia membela Timnas U-20 China sebagai Kiper Cadangan. Dan sekarang, Zeng Cheng masuk daftar Kiper ketiga di Timnas Senior China. Kejadian kontroversial Selain itu, dalam perjalanannya, Persebaya beberapa kali mengalami kejadian kontroversial. Saat menjuarai Kompetisi Perserikatan pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah "sepak bola gajah" karena mengalah kepada Persipura Jayapura 0-12, untuk menyingkirkan saingan mereka PSIS Semarang yang pada tahun sebelumnya memupuskan impian Persebaya di final kompetisi perserikatan. Taktik ini setidaknya membawa hasil dan Persebaya berhasil menjadi juara perserikatan tahun 1988 dengan menyingkirkan PSMS 3 - 1 Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi PKT Bontang dan diskors pengurangan nilai. Kejadian tersebut menjadi salah satu penyebab terdegradasinya Persebaya ke divisi I. Tiga tahun kemudian atau tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Namun, skorsing diubah direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia. Prestasi Perserikatan 1938 – Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta 1942 – Runner-up, kalah dari Persis Solo 1950 – Juara, menang atas Persib Bandung 1951 – Juara, menang atas Persija Jakarta 1952 – Juara, menang atas Persija Jakarta 1965 – Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar) 1967 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan 1971 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan 1973 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta 1977 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta 1978 – Juara, menang atas PSMS Medan 1981 – Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh 1987 – Runner-up, kalah dari PSIS Semarang 1988 – Juara, menang atas Persija Jakarta 1990 – Runner-up, kalah dari Persib Bandung Liga Indonesia 1994/1995 – Posisi ke-9, Wilayah Timur 1995/1996 – Posisi ke-7, Wilayah Timur 1996/1997 – Juara 1997/1998 – dihentikan 1998/1999 – Runner-up 1999/2000 – Posisi ke-6, Wilayah Timur 2001 – ? 2002 – Degradasi ke Divisi Satu 2003 - Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama 2004 – Juara 2005 – Mundur dalam babak 8 besar (awalnya diskorsing dua tahun, namun dikurangi menjadi 16 bulan, dan kemudian dikurangi lagi menjadi degradasi ke Divisi Satu) 2006 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama 2007 – Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga) 2008 – Peringkat ke-4. Mengalahkan PSMS Medan dalam Babak Playoff lewat drama adu penalti. Kemudian, secara otomatis Persebaya lolos ke ISL. Liga Super Indonesia 2009 – degradasi ke Divisi Utama Liga Champions Asia 1998 – Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia) 2005 – Babak pertama Piala Permai 2011 -Menang dengan agregat 4-3 atas Kelantan FA
Read More --►